Pengertian Paragraf

Untuk memahami pengertian paragraf sebagai satuan yang lebih kecil dari wacana, lebih dulu baca dan perhatikanlah kutipan berikut ini!

Kutipan 1

(1) Bahasa adalah unsur yang berpadu dengan unsur-unsur lain di dalam jaringan kebudayaan. Pada waktu yang sama bahasa merupakan sarana pengungkapan nilai-nilai budaya, pikiran, dan nilai-nilai kehidupan kemasyarakatan. Oleh sebab itu, kebujaksanaan nasional yang tegas di dalam bidang kebahasaan harus merupakan bagian yang integral dari kebijaksanaan nasional yang tegas di dalam bidang kebudayaan.

(2) Sehubungan dengan itu, mutu dan kemampuan bahasa indonesia sebagai sarana komunikasi keagamaan perlu juga ditingkatkan. Bahasa Indonesia harus dibina dan dikembangkan sedemikian rupa sehingga ia memiliki kesanggupan menyatakan isi pikiran dengan jelas, tegas, dan eksplisit konsep-konsep yang rumit dan abstrak serta hubungan antara konsep-konsep itu satu sama lain.

(3) Identitas kebangsaan Indonesia dimanifestasikan bukan saja oleh bahasa Indonesia melainkan juga oleh bahasa-bahasa daerah. Oleh sebab itu, pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia.harus diimbangi dengan pembinaan dan pengembangan bahasa-bahasa daerah, sesuai dengan penjelasan Bab XV Pasal 36 Undang-undang Dasar 1945.

[Dikutip dari: Setengah Abad Bahasa Indonesia,

Yusuf Abdullah Puas, Edisi I, 1980, Halaman 55-56

(dalam buku Keterampilan Menulis Paragraf)]

Setiap baris pertama suatu paragraf diketik agak menjorok ke dalam lima ketukan dari marjin kiri dan selalu mulai dengan baris baru (ciri visual).

Setiap paragraf hanya berisi satu pikiran, gagasan atau tema (ciri ideal). Jika dalam satu paragraf terdapat dua tema, paragraf itu harus dipecah menjadi dua paragraf.

Terlibat bahwa kutipan di atas terbagi-bagi atas bagian-bagian (3 bagian) yang dimulai dengan baris baru dan ditulis agak menjorok ke dalam. Bagian-bagian tersebut terdiri atas kalimat-kalimat yang berhubung-hubungan secara utuh dan padu serta merupakan satu kesatuan pikiran. Itulah yang pada hakikatnya disebut paragraf. Jadi, paragraf ialah bagian-bagian karangan yang terdiri atas kalimat-kalimat berhubung-hubungan secara utuh dan padu serta merupakan satu kesatuan pikiran.

Soedjito (1986:3) mendefinisikan paragraf sebagai berikut: paragraph adalah bagian-bagian karangan yang terdiri atas kalimat-kalimat yang berhubung-hubungan secara utuh dan padu serta merupakan satu kesatuan pikiran. Keraf (1989:62) menggunakan istilah alinea dan memberikan definisinya sebagai berikut: Alinea tidak lain dari suatu kesatuan pikiran, suatu kesatuan yang lebih tinggi atau lebih luas dari kalimat. Ia merupakan himpunan dari kalimat-kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk suatu gagasan. Barnet (1974:6) mengatakan A paragraph is a group of closely related sentences arranged in a way that permits of central idea to be defined, developed, and clarified. Definisi tersebut memberikan gambaran bahwa paragraf terdiri atas seperangkat kalimat yang berkaitan erat satu dengan yang lainnya, disusun menurut urutan tertentu, sehingga makna yang dikandungnya dapat dibatasi, dikembangkan, dan diperjelas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: