JENIS JENIS BEKAM

~Terdapat banyak teknik untuk membekam, kapan dan bagaimana teknik tersebut dipakai dan apa kelebihan dan kekurangan masing – masing?~~

1. Bekam Angin

Bekam kering adalah teknik bekam yang pada prosesnya tidak disertai pengeluaran darah. Umumnya teknik ini dilakukan sebelum melakukan bekam basah, dengan tujuan untuk mengumpulkan darah statis (darah kotor) dahulu dibawah kulit, sebelum melakukan bekam basah, sehingga saat dilakukan bekam basah lebih optimal, darah statis dapat keluar lebih optimal. Ada hal lain yang menjadi pertimbangan saat teknik ini dipergunakan, yaitu apabila si pasien, saat didiagnosa, menemui kendala untuk dilakukan bekam basah.

Bagi kebanyakan hajjam yang melakukan bekam kering dahulu sebelum bekam basah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan karena bekam kering akan menjadi kunci dari efek yang akan terjadi pada tubuh si pasien, adapun faktor yang menjadi penentu perbedaan efek adalah :

1. Jadwal piket organ, hal ini berpengaruh pada efek menguatkan atau melemahkan organ yang dituju

2.Lama waktunya bekam kering dilakukan, hal ini berpengaruh pada efek menguatkan atau melemahkan organ (sesuai keinginan hajjam)

3. Minyak yang dipergunakan saat melakukan bekam kering (apabila memakai minyak). Contoh : adalah penggunaan minyak yang mengandung panas seperti minyak kayu putih, sehingga akan memberikan efek menguatkan. Atau apabila tanpa minyak dapat dilakukan dengan teknik sulut api untuk dapat efek yang sama

4. kekuatan tarikan, terkadang pasien mengeluh pegal – pegal setelah dibekam, hal tersebut mungkin dikarenakan karena jaringan otot dibawahnya terlalu ditarik sehingga terjadi peregangan yang berlebihan dan mengakibatkan kram, jadi perlu adanya pengaturan kekuatan tarik saat melakukan bekam kering.

Saat melakukan bekam ini darah statis akan tetap menumpuk dibawah kulit sehingga kulit akan tampak merah atau hitam, adapun waktu yang dibutuhkan hingga bekas ini hilang adalah mengikuti aliran alami peredaran darah. Waktu bekas bekam untuk menghilang adalah sekitar 7 – 8 hari atau lebih.

2. Bekam Luncur

Bekam ini merupakan bagian dari bekam kering kering, biasanya teknik ini dipergunakan pada daerah punggung atau darah yang panjang lainnya. Bekam ini dipergunakan untuk melemaskan kulit dan jaringan otot dibawah kulit sehingga saat dilakukan bekam basah dapat optimal. Dengan bekam luncur ini pula hajjam dapat mengetahui lokasi darah statis (darah kotor) yang ada di bawah kulit, karena terdapat perbedaan warna kulit pada daerah yang mengandung darah statis.

Selain itu bekam luncur dapat menjadi alternatif bagi pasien apabila saat di diagnose sedang menemui kendala untuk bekam basah. Adapun cara untuk melakukan bekam luncur adalah dengan mengoleskan minyak di sepanjang jalur yang akan dibekamluncur, adapun arah dari bekam luncur harus searah dengan serat – serat otot yang ada di bawah kulitnya.

Kesulitan dari bekam ini adalah mengatur agar gelas tetap berada pada jalurnya saat ditarik, apabila keluar dari jalur maka berdampak pada ketidaknyamanan pada pasien.

3. Bekam Sulut Api

Bekam ini merupakan cara yang telah lama dipergunakan untuk melakukan bekam, (http://kaahil.files.wordpress.com/2008/11/bekam-klasik.jpg)

Bekam ini dipergunakan dengan cara menaruh api pada bagian dalam gelas lalu dengan segera di tempelkan ke kulit. Udara panas akan mendingin dan menyusut saat ditempelkan di kulit, sehingga dapat menarik kulit.

Hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan bekam ini adalah saat meletakan api, api tidak boleh menyentuh bibir gelas. Bibir gelas akan menyentuh kulit pasien, andai bibir gelas terlalu panas maka akan melukai pasien.

Efek dari bekam ini adalah menguatkan meridian, karena energi dari panas akan merasuk kedalam tubuh dan meridian akan dirangsang dengan panas.

4. Bekam Basah

Bekam ini merupakan Hijamah, atau mengeluarkan darah statis (darah kotor) yang sesungguhnya. Teknik ini merupakan perpaduan antara bekam angin dengan teknik penyayatan pada kulit.

Tujuan dari melakukan bekam basah adalah mengeluarkan darah yang berpotensi mengganggu kinerja tubuh, adapun bekam basah dilakukan hingga darah tidak mengalir lagi atau cairan getah bening sudah tampak (cairan alami tubuh untuk pertahanan dari benda asing) atau pasien menjadi terlalu lemas sehingga tidak dimungkinkan untuk dilanjutkan.

Saat melakukan bekam ini, apabila dilakukan dengan baik dan hati – hati maka bekas luka tidak akan terlalu tampak, dan akan menghilang total insya Allah dalam waktu 4 hari.

Masalah dari bekam ini adalah ada beberapa pasien yang takut melihat darah. Selain itu dengan keluarnya darah, tubuh akan berubah drastis oleh karena itu perlu pengawasan yang ketat dari hajjam agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan (seperti pingsan, DLL)

5. Bekam Tarik Cepat / Flash Cupping

Bekam ini dapat diperuntukan untuk bekam kering maupun bekam basah. Bekam ini dilakukan pada daerah yang tidak memungkinkan gelas bekam untuk menempel lama. Seperti di daerah mata kaki, atau daerah yang susah menempel lainnya. Selain itu teknik bekam ini dipergunakan untuk mempersingkat waktu bekam angin.

Adapun cara melakukannya adalah dengan menghisap kulit dengan tarikan yang rendah lalu ditarik tegak lurus dari kulit, lalu gelas ditempelkan kembali dan diulangi kembali. Tujuan bekam ini adalah untuk memperlebar pembuluh darah dan melunakan kulit, sehingga saat dilakukan penyayatan pasien tidak terlalu sakit, tetapi kemungkinan darah statis yang terkumpul sedikit., tergantung terhadap banyaknya pengulangan tarikan

Satu hal yang menjadi kendala dalam melakukan bekam ini adalah kemungkinan pompa bekam rusak akan bertambah karena pengulangan tarik lepas pompa yang berulang – ulang

6. Bekam Tutup Minyak

Teknik bekam ini khusus dilakukan di kepala atau daerah yang memiliki banyak rambut (kaki, punggung, DLL).

Teknik bekam ini dilakukan dengan cara menutup sela – sela antara bibir gelas dan kulit yang ada karena tumpukan rambut dengan minyak. Agar minyak tidak mudah ikut terhisap maka diperlukan minyak yang cukup kental, tetapi pemilihan minyak harus memperhatikan kesesuaian untuk tubuh, keamanannya dan sterilitasnya.

Untuk catatan lebih lanjut dapat dilihat di http://www.scribd.com/doc/47673264/Cara-Bekam-Di-Kepala-Tanpa-Mencukur-Rambut

Adapun masalah dari bekam ini adalah membutuhkan minyak yang cukup banyak, terkadang apabila dilakukan di kepala, minyak menetes ke muka pasien. hal tersebut dapat di bicarakan oleh hajjam sebelum membekam agar pasien tidak terganggu

Sumber : http://makhey.webs.com/apps/blog/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: