Pemeriksaan Golongan Darah

A. PENGERTIAN

Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. (wikipedia, Indonesia).
Ilmuwan Austria, Karl Landsteiner, memperoleh penghargaan Nobeldalam bidang Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1930 untuk jasanya menemukan cara penggolongan darah ABO. (wikipedia, Indonesia)
Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolonganABO dan Rhesus (faktor Rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenisantigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisisgagal ginjalsyok, dan kematian. (wikipedia, Indonesia).
B. TUJUAN PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH
Untuk mengetahui golongan darah yang ada dalam tubuh manusia sehingga dapat digunakan untuk memilih golongan darah yang cocok apabila orang tersebut memerlukan donor darah. (Depkes RI, 1991)
C. SISTEM SIRKULASI
Merupakan sistem transport, suplai zat-zat yag di absorbsi saluran pencernaan dan O2 ke jaringan, Mengembalikan CO2 ke paru-paru dan produk metabolisme ke alat akskresi, pengaturan suhu tubuh, distribusi hormon, dan sistem peredaran tertutup. (Nuraini, Tuti. 2009)
D.  ASAL PEMBENTUKAN DARAH
  • Jaringan Mieloid : sumsum tulang – mieloblast
  • Jaringan Limfoid : Limfoblast
  • Kedua jaringan membentuk hemasitoblast
              (Nuraini, Tuti. 2009)
E.  VOLUME DARAH
·         Total darah yang beredar adalah 8 % dari Berat Badan (Nuraini, Tuti. 2009)
F.  KOMPONEN DARAH
·         Cairan            : Plasma 55 %
·         Sel                 : Eritrosit, Leokosit, dan Trombosit
      a. PLASMA DARAH (TROMBOST)
  • Terdiri dari protein plasma dan garam anorganik
  • Tidak berinti, megakariosit, pembekuan darah
  • Trombosit, tromboplastin, protombin, trombin, fibrinogen, benang-benang fibrin
  • Faktor yang mempengaruhi : jumlah trombosit, Ion Ca, Vit. K
      b. SEL DARAH MERAH (ERITROSIT)
  • Tidak berinti, bikonklaf
  • Tidak disumsum tulang merah
  • Volume pada pria 5 juta/µL, wanita 4,5 – 5 juta/ µL
  • Thalasemia : sickle cell anemia
  • Struktur sel darah merah pada berbagai konsentrasi
  1.  Hipertonis à Krenasi
  2. Hipotonis à Hemolisis
  3. Dipengaruhi tekanan osmotik, obat-obatan, infeksi, dan enzim
  4. Prinsip : Osmotik
  5. Digunakan NaCl 0,2%, 0,9%, 2%
c.       SEL DARAH PUTIH (LEUKOSIT)
·         Dibentuk disumsum tulang dan limfoid
·         Terbagi Dua : Agranulosit dan granulosit
1.   Agranulosit
·      Limfosit : limfosit besar (T) dan limfosit kecil (B) banyaknya sitoplsma dan poliribosom, fungsi berhubungan dengan reaksi imun dan memori.
·    Monosit : Sitoplasma banyak, inti oval dengan 2/3 anak inti, fagosit/ retikuloenolotel dan makrofak
2.   Granulosit
  • Neutrofil : inti 2-5 lobus (umumnya 3 lobus)
  • 60-70% leukosit yang besar
  • Imunitas selular – fagosit
  • Basofil : satu inti besar, mengandung banyak granul kecil, peradangan, fagosit 0-1% leukosit.
  • Eosinofil : inti 2 lobus, 1-4 % leukosit, fagosit lebih selektif.
  • Leukimia, Leokopeni, Leokositosis
                (Nuraini, Tuti. 2009)
G. DINAMIKA ALIRAN DARAH
  • Diatur oleh mekanisme kimia lokal dan sistem saraf
  • Sistem sirkulasi : pulmoner dan sistemik à peredaran tertutup dan ganda
  • Pembuluh darah : Arteri dan Vena
               (Nuraini, Tuti. 2009)
a.  ARTERI
  • Terdiri dari aorta, artei, dan arteriola
  • Histologis : tunika intima/ interna à endotel, tunika mediaàtunika media à otot polos sirkuler, tebal, tunikaeksternaà saraf, vasa vasorum, lemak.
  • Fungsi : mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh
  • Sifat aliran : warna darah cerah, aliran cepat.
              (Nuraini, Tuti. 2009)
b. VENA
  • Terdiri dari vena cava, vena, dan venula
  • Histologi : tunika intima dan media tipis, tunika ekterna/adventitia tebal.
  • Fungsi  : mengalirkan darah kembali ke jantung dari jaringan
  • Sifat aliran : warna darah gelap, aliran lambat.
c.  KAPILER
  • Terdapat pada arteri dan vena, peralihan antara arteri dan vena
  • Fungsi : tempat pertukaran zat antar darah dan ruang intersel.
H. GOLONGAN DARAH SISTEM ABO
  • Melibatkan dua bentuk molekul yaitu antigen dan antibodi
  • Antigen merupakan substansi asing yang ada dalam tubuh, sedangkan antibodi yang bereaksi dengan antigen. Adanya antigen tipe A dan tipe B dalam sel darah merah menetukan bentuk golongan darah seseorang.
  • Contoh : seseorang memiliki golongan darah B karena ia memiliki antigen B dalam sel darah merahnya.
  • Dalam sistem ABO, terdapat empat golongan darah antibodi yang bereaksi terhadap antigen dan tidak terdapat dalam sel darah merah. Antibodi ini disebut Anti A dan Anti B. Dengan pengetahuan adanya antibodi ini menyebabkan aglutinasi/ penggumpalan darah akibat reaksi antigen antibodi.
PELAPORAN :
Bila   :
1.  Golongan Darah A
  • Anti A aglutinasi positif
  • Anti B aglutinasi negatif
  • Anti AB aglutinasi positif
2.      Golongan Darah B
  • Anti A aglutinasi negatif
  • Anti B aglutinasi positif
  • Anti AB aglutinasi positif
3.      Golongan Darah AB
  • Anti A aglutinasi positif
  • Anti B aglutinasi positif
  • Anti AB aglutinasi positif
4.      Golongan Darah O
  • Anti A aglutinasi  negatif
  • Anti B aglutinasi negatif
  • Anti AB aglutinasi negatif
·         Prinsip Pemeriksaan Golongan Darah Sistem ABO :
1.   Golongan Darah A : Jika diberi Anti A terjadi Aglutinasi
2.  Golongan Darah B : Jika diberi Anti B terjadi Aglutinasi
3.  Golongan Darah AB : Jika diberi Anti A dan B terjadi Aglutinasi
4.  Golongan Darah O : Jika diberi Anti A dan B tidak terjadi Aglutinasi
I.   GOLONGAN DARAH SISTEM RHESUS
  • Antigen lain yang penting dalam darah adalah faktor Rh. Prinsip dalam pemeriksaan darah sistem Rh, ketika Rh (+) dicampur dengan antibodi anti Rh, akan terjadi aglutinasi.
  • Pada kehamilan ibu dengan Rh (-) dan ayah dengan Rh (+) yang menghasilkan anak dengan Rh (+), sel darah merah Rh (+) anak akan masuk ke sistem kardiovaskuler ibu melalui plasenta sehingga menyebabkan jaringan plasenta hancur sebelum saat lahir.
  • Adanya antigen Rh menyebabkan ibu menghasilkan antibodi Rh, sehingga pada kehamilan berikutnyaantibodi ini akan menghancurkan sel darah merah anak, hal ini disebut dengan penyakit himolisis pada bayi baru lahir. Kehancuran sel darah merah akan menghasilkan bilirubin yang dapat menghancurkan otak dan menyebabkan retardasi mental bahkan kematian.
PELAPORAN
Bila :
1.      Anti Rh faktor aglutinasi positif            : maka Rh +
2.      Anti Rh faktor aglutinasi negatif           : maka Rh –

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: