Penggunaan Tanda Pisah menurut EYD

tanda_pisahTanda pisah, yang dilambangkan dengan dua tanda hubung (-), digunakan untuk (1) mengapit bagian kalimat yang disisipkan, yang merupakan penjelasan, keterangan, atau komentar yang ingin ditonjolkan, tetapi tidak terkait dengan kalimat induknya; (2) mengantarai jarak dua kata (bilangan atau kata penunjuk waktu an tempat) yang menyatakan julat atau rentangan dan bermakna sampai keatau sampai dengan.

Di dalam kalimat tanda pisah kedudukanya dapat digantikan oleh tanda koma atau tanda kurung. Keterangan atau komentar di antara tanda pisah di dalam kalimat dapat diberi tanda baca lain misalnya tanda seru.

(1)   Mengapit Keterangan

  1. Berita tentang pembuangan bayi – alangkah sadisnya- di tempat sampah menimbulkan kemarahan kaum ibu.
  2. Pembentangan Sistem InformasiKebudayaan kemarin – yang diprakarsai Dirjen Kebudayaan – dinilai sangat menarik dan patut didukung.

(2)   Bermakna ‘sampai dengan’

  1. Kami terjebak kemacetan di Cianjur ketika menempuh perjalanan Jakarta-Bandung minggu lalu.
  2. Pada bulan Januari-Maret sebagian besar karyawan sibuk dengan kegiatan pembuatan laporan akhir tahun anggaran.

Bagaimana aturan penulisan  tanda pisah yang benar menurut EYD, mari kita pelajari  melalui media berikut ini.

Untuk koneksi internet yang lemout mohon bersabar .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: