Sukses Selalu Buat Anak-anakku Peserta Didik SMK Medika..

teguhAssalamualaikum War. Wab

Anak-anakku peserta didik SMK Medika Pekalongan yang saya cintai dan saya banggakan, Pada kesempatan ini Saya ucapkan selamat bagi kalian yang naik ke kelas XI dan bersabar bagi yang belum berhasil untuk menduduki ke kelas XI.

Marilah kita jangan merasa bahwa diri kita telah berhasil, perjalanan kita masih panjang, penuh tantangan, penuh hambatan dan perlu perjuangan. Anggap bahwa ini adalah secuil dari sebuah perjuangan hidup.

Tahukah kalian di balik setiap kisah orang sukses ada pengalaman, perjuangan dan prinsip hidup yang bisa kita pelajari? Kesuksesan bukan suatu pemberian yang langsung kalian peroleh tanpa usaha. Kalau kalian melihat ada orang yang akhirnya dapat berhasil mencapai kesuksesan dengan mudah, hal itu berarti orang tersebut sudah lulus dalam masa belajarnya. Sekarang tinggal menuai hasilnya. Perjuangan sesungguhnya justru dimulai saat orang memutuskan untuk mengapai mimpinya. Saat itu mulailah hidup kita seperti ditempa, kadang kita merasa sudah berusaha, namun hasilnya belum juga terlihat. Kita sudah mencontoh apa yang dilakukan orang sukses tapi ternyata respon yang didapat berbeda. Kalau saat ini kalian mengalami hal itu, bersyukurlah. Inilah saat-saat kita perlu belajar banyak. Semua ini perlu terjadi pada hidup kita agar kita menghargai kesuksesan. Agar kita tahu sukses itu perlu perjuangan dan agar kita kuat dalam menghadapi kehidupan ini.

siswa1

Bila kita pelajari lebih jauh perjuangan orang-orang dalam mencapai sukses, belum tentu kita mau mengalami hal yang sama, seperti yang telah dialami mereka. Tempaan hidup yang mereka lalui tidaklah mudah. Tapi karena mereka punya prinsip hidup yang benar, tidak mudah menyerah, percaya pada mimpinya, akhirnya cita-cita mereka dapat terwujud. Sukses yang mereka raih adalah buah dari perjuangan yang telah mereka lakukan sebelumnya. Pada akhirnya saat proses belajar telah berlalu, buah yang manis dapat mereka petik.

Nah saat kalian merasa putus asa karena belajar sulit, susah menerima masukan, tidak bias menerima pendapat orang lain, dan apa yang kalian jalankan belum membuahkan hasil, ingatlah dulunya orang-orang yang sekarang sudah sukses pun pernah mengalami hal yang sama. Jika kita menyerah, maka kita akan tetap pada kondisi saat ini, bahkan mungkin lebih rendah karena kita cenderung menyalahkan diri kita sendiri. Tapi kalau kita terus berjuang sambil berdoa pada Tuhan, jalan akan mulai terbuka.

siswa3Dengan bimbingan Tuhan, jalan yang kita lalui akan terasa lebih mudah. Ayo anak-anakku, kita terus berjuang mencapai mimpi kita, menuju kesuksesan. Mari kita belajar dari orang sukses.

Orang sukses lebih memperhatikan hasil yang menyenangkan, sedangkan orang gagal lebih memperhatikan cara atau metode yang menyenangkan.

Orang sukses segera memgambil tindakan untuk mencapai tujuan.

Orang sukses selalu dapat mengambangkan diri untuk tetap berpegang teguh dengan kuat pada tujuan yang ingin dicapainya dan tidak mudah terpengaruh dengan godaan yang bersifat kenikmatan sementara.

Orang gagal biasanya mengambil tindakan untuk melepaskan tujuan, Karena biasanya untuk mencapai tujuan banyak sekali rintangan, serta godaan kenikmatan yang haraus dihadapinya.

Orang sukses maju terus pantang mundur, sedangkan orang gagal mundur dan tidak mau maju.

Ketahuilah anak-anakku, orang-orang sukses selalu diawali dengan disiplin diri.

Bagaimana membangun disiplin diri?

Hal itu mulai sejak dini. Di Jepang, anak-anak dilatih disiplin diri mulai dari meletakkan sepatu, sandal, barang-barang pribadinya di tempat yang tepat. Di Jerman, setiap anak dilatih untuk tidak mudah mengeluh, dan ketika ada masalah, mencoba mencari pemecahannya lebih dulu dengan menggunakan strategi berpikir kreatif. Di Belanda, anak-anak dilatih untuk disiplin menggunakan setiap barang sehemat dan seefektif mungkin. Demikian setiap budaya, melalui kehidupan keluarga-keluarga melatihkan disiplin diri yang akhirnya menentukan keberhasilan individu-individu yang bertumbuh di dalamnya.

Kemampuan disiplin diri ini bukan bawaan, melainkan kualitas yang diperoleh berkat pelatihan. Anak-anak yang telah ditempa untuk ulet, mandiri, melakukan sendiri apa yang menjadi kebutuhannya, biasanya membentuk kualitas “disiplin diri” di dalam diri yang ber­sangkutan. Lebih lagi, bila di lingkungannya ada contoh-contoh pribadi yang mempraktikkan “disiplin diri” yang ketat. Apabila hal itu dilanjutkan di lingkungan sekolah, oleh guru-guru yang memberi tugas (PR) dengan disiplin yang tinggi, maka anak-anak itu akhir­nya membangun “disiplin diri” sebagai bagian dari kepribadiannya. –

siswa7

Disiplin adalah kepatuhan untuk mematuhi aturan yang berlaku. Patuh terhadap aturan-aturan yang membawa kita mencapai kesejahteraan, kebahagian dan kecemerlangan dalam karir dan kehidupan pribadi kita. Aturan yang berlaku baik itu harus senantiasa terjaga dengan penuh kedisplinan diri yang terlihat dari komitmen kita mengemban amanah dengan penuh dedikasi dan semangat tinggi.

Disiplin akan menyatu dalam diri sendiri bila kita melakukannya dengan dasar kesadaran, dan tanpa paksaan dari orang lain. Disiplin akan menempel kuat, karena faktor kebiasaan yang selalu berulang menuju ke arah pintu kesuksesan. Disiplin akan tertanam kuat melalui proses melakukan tindakan nyata dan penuh keteladanan hidup.

Disiplin yang paling penting adalah disiplin di dalam mengatur waktu. Dari mulai kita bangun tidur di pagi hari, sampai kita kembali keperaduan untuk beristirahat. Dari disiplin pengaturan waktu itulah akan terlihat kualitas kehidupan pribadi kita. Saat kita menganggap waktu tidak berharga, maka waktu akan menjadikan kita manusia tidak berharga. Demikian pula saat kita memuliakan waktu, maka waktu akan menjadikan kita orang mulia. Karena itu, kualitas seseorang terlihat dari cara ia memperlakukan waktu.

Detik demi detik, menit demi menit berlalu menyatu dalam jam-jam aktivitas yang sangat berkualitas bagi mereka yang berdisiplin dengan waktu. Perhatikanlah tokoh-tokoh sukses yang kita kenal di dunia ini. Mereka adalah orang-orang yang disiplin di dalam mengatur waktunya yang 24 jam itu.

siswa5

Disiplin dengan waktu adalah kunci untuk mencapai kebahagian, kesejahteraan, kecemerlangan karir, dan kehidupan pribadi kalian.

KH Abdullah Gymnastiar menuliskan, orang yang memiliki percepatan, hubungan antara prestasi dengan waktu hidupnya menunjukkan kurva L. Dalam waktu yang minimal, ia mendapatkan prestasi maksimal. Itulah Rasulullah SAW. Walau usianya hanya 63 tahun, namun beliau memiliki prestasi yang abadi. Demikian pula para sahabat dan orang-orang besar lainnya. Semuanya berawal dari adanya sensitivitas terhadap waktu.

Anak-anakku yang aku cintai,

Meskipun kita libur, bukan berarti kita berhenti belajar. Belajar tidak selalu materi pelajaran dari sekolah, belajar dari lingkungan misalnya, bagaimana bergaul yang baik, bagaimana berpakaian yang baik, bagaimana bertutur kata yang menyenangkan orang lain, bagaimana menghormati orang tua kita, bagaimana berpacaran yang sehat, bagaimana berkendaraan yang nyaman, dan sebagainya. Itu adalah belajar.

Saya berdoa,mudah-mudahan kalian semua selalu berada dalam kesehatan yang prima dan penuh semangat untuk mencapai keberhasilan yang kalian cita-citakan. Semoga pula kalian semua selalu berada dalam lindungan kasih sayang Tuhan Yang Maha Pemberi Kekuatan dan menuntun makhluknya selalu ke jalan kebaikan.

Sukses Selalu Buatmu Anak-anakku…

Wassalamualaikum War. Wab,

.

Teguh Sasmito

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: