Membuat Tablet Obat

tbbletTablet merupakan suatu bentuk sediaan solida (padat). Tablet is solid dosage form that contains medicinal substances with or without suitable diluents. Setiap orang pasti tahu bagaimana bentuk tablet. It’s like everybody knows this pharmaceutical dosage form. Banyak bentuk sediaan ditemukan di pasaran dalam bentuk tablet. Akan tetapi, bagaimana sih caranya sampai bisa berbentuk tablet seperti itu?

Bagaimana Prosesnya …?

Setelah ditentukan zat aktif yang akan dibuat menjadi tablet, kita tentukan terlebih dahulu metode pembuatannya. Metode pembuatan tablet itu ada tiga, antara lain metode kempa langsung, granulasi basah, dan granulasi kering. Beberapa pertimbangan dalam pemilihan metode pembuatan tablet  yaitu dilihat dari sifat zat aktif yang akan dibuat menjadi tablet (sifat aliran serbuk yang akan ditabletasi, bobot jenis serbuk, daya kompresibilitas, dan lain-lain), ketahanan zat aktif terhadap lembab dan panas, serta dosis zat aktif. Pada umumnya, metode pembuatan tablet yang paling sering dipilih yaitu granulasi basah. Karena memiliki banyak keuntungan dibandingkan metode lain.

Jika sudah ditetapkan metode yang tepat, kita dapat memilih eksipien (bahan pembantu) yang akan digunakan. Salah satu kitab anak farmasi yaitu HOPE (Handbook of Pharmaceutical Excipients) menyatakan bahwa eksipien adalah zat tambahan yang digunakan untuk mengubah zat aktif menjadi bentuk sediaan farmasi yang sesuai untuk digunakan pada pasien. Eksipien yang digunakan dalam pembuatan tablet antara lain  pengikat, penghancur, pengisi, lubrikan, glidan, pewarna, pemanis, pengawet, adsorben, dan bahan penyalut (untuk tablet salut).

Setelah selesai dipilih eksipien mana yang sesuai berdasarkan kebutuhan dan metode pembuatan tablet yang sebelumnya sudah ditentukan, dilanjutkan dengan formulasi, perhitungan formula, serta pembuatan tablet.

First of all, siapkan  alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan tablet. Lalu, timbanglah bahan-bahan yang dibutuhkan sesuai dengan formulasi yang sudah ditentukan sebelumnya. Untuk tablet yang dibuat dengan menggunakan metode granulasi (basah maupun kering) harus melalui tahap granulasi, sedangkan tablet yang dibuat dengan menggunakan metode kempa langsung lebih sederhana karena tidak melalui tahap granulasi (hanya mencampurkan semua bahan lalu dicetak). Massa cetak sudah siap lalu dilanjutkan tabletasi dengan menggunakan punch (diameternya disesuaikan dengan ukuran tablet yang sudah ditentukan). Tablet yang diperoleh kemudian dievaluasi menurut persyaratan yang berlaku berdasarkan literatur. Evaluasi tablet antara lain meliputi pemeriksaan fisik (sifat organoleptik), kekerasan, friabilitas, friksibilitas, waktu hancur, disolusi, dan lain-lain.

Well well well, pada intinya, membuat tablet di laboratorium ini tidak berbeda jauh dengan membuat cake di dapur. Membutuhkan presisi, konsentrasi bahan yang sesuai, estetika, cita rasa (untuk tablet hisap dan tablet kunyah) dan tahapan – tahapan keduanya sangat mirip. Bedanya, di lab tablet kami dituntut membuat tablet yang memenuhi tiga kriteria sebagai obat yaitu efficacysafety, dan quality.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: